Analisis Pusat-Pusat Pelayanan Di Kota Sukabumi
DOI:
https://doi.org/10.33751/jekota.v3i1.132Kata Kunci:
zip’f law, skalogram, indeks sentralitas.Abstrak
ABSTRAK
Pusat-pusat pelayanan merupakan suatu aktivitas dari berbagai sarana dan prasarana yang dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan suatu wilayah. Pembangunan pusat-pusat pelayanan selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat juga diharapkan mampu mendukung pengembangan wilayah. Adapun tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengidentifikasi struktur pusat-pusat pelayanan di Kota Sukabumi, (2) Menganalisis kesesuaian struktur pusat-pusat pelayanan di Kota Sukabumi dengan arahan struktur pusat pelayanan di RTRW. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui survei lapangan, studi dokumentasi, serta pengumpulan data sekunder yang bersumber dari instansi terkait seperti Badan Pusat Statistik (BPS) dan dokumen RTRW Kota Sukabumi, kemudian dianalisis menggunakan analisis Zipf's Law, Skalogram, dan Indeks Sentralitas. Berdasarkan hasil analisis Zipf's Law, Skalogram, dan Indeks Sentralitas terdapat fungsi hierarki yang tidak sama. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa Kecamatan Cikole, Kecamatan Gunungpuuh, dan Kecamatan Warudoyong termasuk kedalam hierarki Pusat Pelayanan Kota (PPK), kemudian Kecamatan Citamiang termasuk kedalam hierarki Sub Pusat Pelayanan Kota (SPPK), dan Kecamatan Lembursitu, Kecamatan Cibeureum, dan Kecamatan Baros termasuk kedalam Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL). Setelah menganalisis kesesuaian struktur pusat-pusat pelayanan di Kota Sukabumi berdasarkan hasil analisis dan RTRW, terdapat beberapa kecamatan yang perlu dikembangkan sesuai dengan peraturan RTRW, seperti Kecamatan Cibeureum, Kecamatan Lembursitu, dan Kecamatan Baros.
Kata Kunci: indeks sentralitas, skalogram, zip’f law.
ABSTRACT
Service centers represent an activity of various facilities and infrastructure that can support the growth and development of a region. The development of service centers, in addition to meeting the needs of the community, is also expected to support regional development. The objectives of this study are: (1) To identify the structure of service centers in Sukabumi City, (2) To analyze the conformity of the service center structure in Sukabumi City with the directions of the service center structure in the Regional Spatial Plan (RTRW). This study employs a descriptive quantitative method with data collection techniques through field surveys, documentation studies, and secondary data collection sourced from relevant agencies such as the Central Statistics Agency (BPS) and the Sukabumi City RTRW document, which were then analyzed using Zipf's Law, Scalogram, and Centrality Index analyses. Based on the results of the Zipf's Law, Scalogram, and Centrality Index analyses, there are differing hierarchical functions. The analysis results indicate that Cikole District, Gunungpuyuh District, and Warudoyong District are classified under the City Service Center (PPK) hierarchy, Citamiang District is classified under the Sub City Service Center (SPPK) hierarchy, and Lembursitu District, Cibeureum District, and Baros District are classified under the Neighborhood Service Center (PPL) hierarchy. After analyzing the conformity of the service center structure in Sukabumi City based on the analysis results and the RTRW, there are several districts that need to be developed in accordance with the RTRW regulations, namely Cibeureum District, Lembursitu District, and Baros District.
Keywords: index centralit, scalogram, zip’f law.
Referensi
Badan Pusat Statistik Kota Sukabumi. (2023). Kota Sukabumi Dalam Angka 2023. Sukabumi: Badan Pusat Statistik Kota Sukabumi. Diakses dari https://sukabumikota.bps.go.id/id/publication/2024/02/28/feff1d97ebb0273df65f5f3d/kota-sukabumi-dalam-angka-2024.html
Gomez-Lievano, A., Youn, H., & Bettencourt, L. M. A. (2012). The Statistics of Urban Scaling and Their Connection to Zipf's Law. PLoS ONE, 7(7), e40393. Harvard
Hidayat, A., Hijriah., & Setiowati, N.O. (2022). Penentuan Pusat Pelayanan Perkotaan Patalassang, Kabupaten Takalar. Balikpapan: Institut Teknologi Kalimantan. https://doi.org/10.35718/compact.v1i2.793
Hesty. (2010). Analisis Pengembangan Kecamatan Kemiling sebagai Pusat Perniagaan [Skripsi]. Fakultas Ekonomi, Universitas Lampung.
Januarman, Ahyuni, & Purwaningsih. (2018). Pemetaan Kawasan Kumuh dan Squatter Area di Kota Padang. Padang: Universitas Negeri Padang
Maghfiroh, F.A. (2021). Analisis Penentuan Hierarki Pusat Pelayanan Menurut Pedesaan di Kecamatan Kendal. Semarang: Universitas Diponegoro
Muliana, R., Astuti, P., & Fadli, A. (2018). Kajian Pusat-Pusat Pelayanan di Kabupaten Kampar. Pekanbaru: Universitas Islam Riau. https://doi.org/10.25299/saintis.2018.vol18(1).2846
Muta'ali, L. (2015). Teknik Analisis Regional untuk Perencanaan Wilayah, Tata Ruang dan Lingkungan. Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG): Universitas Gadjah Mada.
Pemerintah Kota Sukabumi. (2022). Peraturan Daerah Nomor 01 Tahun 2022 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Sukabumi Tahun 2022-2042. Sukabumi.
Rustiadi, E., dkk. (2009). Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Jakarta: Yayasan pusat Obor Indonesia.
Soo, K. T. (2007). Zipf's Law and Urban Growth in Malaysia. Urban Studies, 44(1), 1–14.
Zannatun, B., & Wahyu, W.W. (2023). Analisis Penentuan Hierarki Pusat Pelayanan di Kota Binjai. Padang: Universitas Bung Hatta.
Direktorat Jenderal Tata Ruang, Kementerian ATR/BPN. (2021). Paparan RTRW Kota Sukabumi Tahun 2021–2041. https://tataruang.atrbpn.go.id/Berita/Detail/4144
Rustiadi, E., Saefulhakim, S., & Panuju, D. R. (2018). Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Jakar Adisasmita, R. (2014). Pertumbuhan Wilayah dan Wilayah Pertumbuhan. Yogyakarta: Graha Ilmu.ta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jendela Kota: Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dan Kota

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





