Arahan Pengembangan Objek Wisata di Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor

Penulis

  • Firdan Fardani Mahasiswa
  • Lilis Sri Mulyawati Universitas Pakuan
  • Novida Waskitaningsih Universitas Pakuan

DOI:

https://doi.org/10.33751/jekota.v3i1.113

Abstrak

ABSTRAK

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang memicu pembangunan suatu daerah baik dari segi ekonomi, infrastruktur, sosial budaya, dan lingkungan. Pariwisata di Kecamatan Jonggol memiliki beragam objek wisata sehingga menjadi peluang untuk dikembangkan. Saat ini Kecamatan Jonggol masuk ke dalam Kawasan Pengembangan Pariwisata Daerah (KSPD) Cileungsi-Jonggol. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting 10 objek wisata di Kecamatan Jonggol berdasarkan 4 variabel yaitu atraksi, wisata, aksesibilitas, amenitas, dan ancillary service, potensi dan kendala pariwisata pada tiap variabel di Kecamatan Jonggol, serta menyusun arahan pengembangan pariwisata di Kecamatan Jonggol. Metode pengumpulan data meliputi observasi lapangan, dokumentasi, penyebaran kuesioner, wawancara, survei instansi, dan studi literatur. Metode analisis menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 objek wisata memiliki kondisi atraksi, wisata, aksesibilitas, amenitas, dan ancillary service yang beragam, tetapi kesepuluh objek wisata tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam 4 klaster berdasarkan persamaan potensi dan kendalanya. Klaster 1 merupakan objek wisata yang memiliki potensi sangat baik, dan kendala minimal; klaster merupakan objek wisata yang memiliki potensi baik dan kendala sedang; klaster 3 merupakan objek wisata dengan pootensi cukup baik dan kendala cukup besar, sementara klaster 4 merupakan objek wisata dengan potensi rendah dan kendala tinggi. Dari empat klaster tersebut dibuat arahan pengembangan pariwisata, dimana klaster 1 difokuskan pada inovasi atraksi, peningkatan branding, dan fasilitas disabilitas; klaster 2 difokuskan pada perbaikan jalan, peningkatan amenitas, dan penguatan promosi; klaster 3 difokuskan pada perbaikan akses, penyediaan amenitas dasar, dan penguatan event wisata, sedangkan klaster 4 difokuskan pada revitalisasi total, perbaikan akses, penyediaan amenitas dasar, dan promosi intensif.

Kata Kunci: Arahan Pengembangan, Kendala, Pariwisata, Potensi

ABSTRACT

Tourism is one of the sectors that drives regional development in terms of the economy, infrastructure, socio-culture, and the environment. Tourism in Jonggol Subdistrict features a variety of tourist attractions, presenting opportunities for development. Currently, Jonggol Subdistrict is part of the Cileungsi-Jonggol Regional Tourism Development Zone (KSPD). This study aims to identify the current conditions of 10 tourist attractions in Jonggol Subdistrict based on four variables—attractions, tourism, accessibility, amenities, and ancillary services—as well as the tourism potential and constraints associated with each variable in Jonggol Subdistrict, and to formulate guidelines for tourism development in Jonggol Subdistrict. Data collection methods included field observations, documentation, questionnaire distribution, interviews, institutional surveys, and literature reviews. The analysis method employed qualitative descriptive analysis. The research findings indicate that the 10 tourist attractions exhibit diverse conditions regarding attractions, tourism, accessibility, amenities, and ancillary services; however, these 10 attractions can be classified into 4 clusters based on similarities in their potential and constraints. Cluster 1 consists of tourist attractions with very good potential and minimal constraints; Cluster 2 consists of tourist attractions with good potential and moderate constraints; Cluster 3 consists of tourist attractions with fairly good potential and significant constraints, while Cluster 4 consists of tourist attractions with low potential and high constraints. Based on these four clusters, tourism development guidelines were established: Cluster 1 focuses on attraction innovation, branding enhancement, and accessibility for people with disabilities; Cluster 2 focuses on road improvements, enhanced amenities, and strengthened promotion; Cluster 3 focuses on improving access, providing basic amenities, and strengthening tourism events, while Cluster 4 focuses on total revitalization, improving access, providing basic amenities, and intensive promotion.

Keywords: Constraints, Directions of Development, Potential, Tourism

Referensi

Andena, M. (2018). Identifikasi kondisi eksisting infrastruktur Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung berdasarkan kebijakan Kawasan Ekonomi Khusus (Tugas akhir). Fakultas Teknik, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Pakuan, Bogor.

Deki, J. (2019). Peran pemerintah daerah dalam meningkatkan potensi pariwisata Air Terjun Berawan di Kabupaten Bengkayang. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 1(2). Universitas Tanjungpura, Pontianak (diakses 4 Desember 2023).

Fadhilla, S. H. (2016). Pengembangan objek wisata Widuri Water Park di Kabupaten Pemalang. Program Studi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Universitas Diponegoro, Semarang.

Harun, R., dkk. (2017). Analisis pengembangan pariwisata di Kecamatan Lembeh Selatan. Jurnal OJS UNSRAT, 4(3). Universitas Sam Ratulangi, Manado (diakses 24 Februari 2024).

Pemerintah Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

Pemerintah Kabupaten Bogor. (2020). Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 7 Tahun 2020 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Bogor Tahun 2020–2025.

Lestary, S. P. D., Hidayat, J. T., & Waskitaningsih, N. (2022). Potensi dan kendala pengembangan kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Situ Gunung di Kecamatan Kadudampit. Jurnal Teknik, 23(2). Universitas Pakuan, Bogor (diakses 25 Februari 2024).

Mulyawati, L.S et al. (2025). Community Participation in the Development of Ketapang Urban Aquaculture (KUA), Tangerang Regency, Banten Province. ECSOFiM: Economic and Social of Fisheries and Marine Journal. 12(02): 256-270. https://doi.org/10.21776/ub.ecsofim.2025.012.02.08

Prihati. (2015). Implementasi kebijakan promosi pariwisata dalam pengembangan potensi wisata daerah. Jakad Publishing, Surabaya.

Prayogo, R. R. (2018). Perkembangan pariwisata dalam perspektif pemasaran. PT Lontar Digital Asia (Bitrest Publishing), Bandung.

Ridwan, M., & Aini, W. (2022). Perencanaan pengembangan daerah tujuan pariwisata. Budi Utama, Yogyakarta.

Suparwi, & Rakhmawati, I. (2021). Potensi dan strategi pengembangan wisata Gua Pancur dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Jurnal Bisnis dan Manajemen Islam, 9(2). Institut Agama Islam Negeri Kudus (diakses 21 Februari 2024).

Tetik, N. O. (2020). Identifikasi objek cagar budaya Kawasan Empang di Kota Bogor (Tugas akhir). Fakultas Teknik, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Pakuan, Bogor.

Wijianto. (2024). Strategi pengembangan wisata alam dalam era digitalisasi. Jurnal Ekonomi, 8(2). Universitas Muhammadiyah Ponorogo (diakses 10 Maret 2024).

Winoto, Y., dkk. (2022). Kajian potensi pariwisata pantai di wilayah selatan Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Ilmiah Pariwisata, 27(3). Universitas Padjadjaran, Sumedang (diakses 18 Maret 2024).

Yanuadi, et al. (2024). Analisis Kondisi Eksisting dan Tingkat Partisipasi Masyarakat di Kawasan Wisata Ketapang Urban Aquaculture, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Syntax Literate. (9)9. http://dx.doi.org/10.36418/syntax-literate.v9i9

Yuliamir. (2017). Pengembangan daya tarik wisata Desa Wisata Kampung Keji sebagai atraksi wisata guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Semarang. Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata, 13(1) (diakses 4 Januari 2024)

Diterbitkan

2026-02-28

Cara Mengutip

Fardani, F., Mulyawati, L. S., & Waskitaningsih, N. (2026). Arahan Pengembangan Objek Wisata di Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor. Jendela Kota: Jurnal Perencanaan Dan Pengembangan Wilayah Dan Kota, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.33751/jekota.v3i1.113