Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Skybridge Antara Stasiun Bogor Dan Stasiun Paledang Di Kota Bogor
DOI:
https://doi.org/10.33751/jekota.v3i1.143Kata Kunci:
kereta api, konektivitas transportasi, presepsi masyarakat, skala likert, stasiun bogor, stasiun paledang, skybridgeAbstrak
Tingginya mobilitas masyarakat di Kota Bogor mendorong perlunya peningkatan konektivitas antar moda transportasi, khususnya antara Stasiun Bogor dan Stasiun Paledang. Pembangunan skybridge diusulkan sebagai solusi untuk menghubungkan kedua stasiun secara langsung dan aman bagi pejalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting di kawasan sekitar stasiun serta menganalisis persepsi masyarakat terhadap rencana pembangunan skybridge. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan dan penyebaran kuesioner kepada masyarakat dan pengguna transportasi kereta api. Persepsi masyarakat dianalisis menggunakan skala Likert untuk mengukur tingkat tanggapan terhadap aspek kenyamanan, keamanan, aksesibilitas, dan efisiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting masih belum mendukung konektivitas yang layak, dengan jalur pejalan kaki yang sempit dan kurang aman. Sebagian besar responden memberikan penilaian positif terhadap rencana pembangunan skybridge, menunjukkan harapan besar terhadap peningkatan kualitas perjalanan dan integrasi moda transportasi kereta api. Temuan ini diharapkan menjadi dasar pertimbangan bagi pihak terkait dalam proses perencanaan dan implementasi infrastruktur.
Referensi
Banister, D. (2008). The sustainable mobility paradigm. Transport Policy, 15(2), 73–80.
Badan Pusat Statistik Kota Bogor. (2024). Kota Bogor dalam angka 2024. https://www.bogorkota.bps.go.id
Badan Informasi Geospasial. (2020). Peta dasar rupa bumi Kota Bogor.
Cervero, R., & Kockelman, K. (1997). Travel demand and the 3Ds: Density, diversity, and design. Transportation Research Part D: Transport and Environment, 2(3), 199–219.
Gehl, J. (2010). Cities for people. Island Press.
Institute for Transportation and Development Policy (ITDP). (2017). TOD Standard 3.0. https://www.itdp.org
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2018). Surat Edaran Menteri PUPR No. 02/SE/M/2018 tentang Pedoman Perencanaan dan Penyediaan Prasarana Pejalan Kaki di Kawasan Perkotaan.
Sahid, S. (2006). Perilaku pejalan kaki di kawasan perkotaan. Penerbit Andi.
Southworth, M. (2005). Designing the walkable city. Journal of Urban Planning and Development, 131(4), 246–257.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-19). Alfabeta.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jendela Kota: Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dan Kota

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





